Translate

Tampilkan postingan dengan label baby. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label baby. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Februari 2017

Menjaga Kebersihan Mulut Bayi

Kesehatan mulut adalah salah satu hal yang penting dalam masa tumbuh buah hati kita. Mulut bayi merupakan salah satu anggota tubuh yang sama seperti lainnya di mana setiap bagian tubuh sebaiknya selalu dibersihkan secara rutin demi menjaga kesehatan bayi.

Mulut bayi perlu dibersihkan sejak dini walaupun belum ada gigi geligi yang tumbuh, hal ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan bagi bayi untuk membersihkan giginya kelak dan untuk membantu menjaga kebersihan daerah mulut bayi.

Mulut bayi perlu dibersihkan 2 kali sehari sama seperti kita menggosok gigi pagi sesudah minum ASI dan malam sebelum tidur.

Bagaimana cara membersihkan mulut bayi:

  1. Sebelum membersihkan mulut bayi anda sebaiknya bunda mencuci tangan agar bebas kuman. lalu basahi kain kasa steril / waslap / sikat khusus untuk bayi dengan air matang, lalu balut pada jari telunjuk anda. Letakkan bayi dipangkuan anda agar lebih mudah membersihkan mulutnya. Mulailah pada bagian luar yaitu bibir dan sekitarnya.
  2. Sikat khusus yang digunakan untuk membersihkan mulut bayi
  3. Perlahan-lahan buka mulut bayi dengan bantuan jari tangan anda. Sebelum memasukkan jari tangan anda pastikan kuku tangan anda pendek agar muka dan bibir bayi anda tidak luka. Kemudian masukkan jari telunjuk anda dan gosok perlahan gusi bagian belakang atas hingga ke depan atas. Selanjutnya bersihkan gusi bagian bawah dari belakang terus ke depan.
  4. membersihkan mulut bayi dengan kasa streril
  5. Jangan lupa lidah bayi juga perlu dibersihkan. Lakukan secara perlahan mulai dari pangkal dan INGAT jangan terlalu ke belakang mulut bayi.


Tujuan membersihkan mulut bayi


Tujuan utamanya adalah untuk menjaga kebersihan daerah mulut. Jika bayi anda minum ASI anda tidak perlu khawatir jika menemukan bercak-bercak putih di mulut bayi walaupun anda sudah rajin membersihkannya, hal ini dikarenakan sisa-sisa ASI memang bisa menimbulkan bercak-bercak berwarna putih yang biasanya muncul pada bagian mulut, seperti bibir, bagian dalam pipi, langit-langit dan lidah. Tetapi biasanya bercak-bercak putih ASI ini tidak akan menimbulkan masalah kesehatan pada bayi.

Bayi yang minum susu formula perlu diwaspadai jika ada bercak putih pada mulut bayi hal ini dikarenakan sisa-sisa susu formula yang tidak dibersihkan berpotensi menyebabkan tumbuhnya sejenis jamur yaitu Candida albicans. Masalahnya kalau jamur sampai tumbuh di mulut bayi, tidak bisa hanya dibersihkan dengan kain lembut atau kasa steril saja. Jika dipaksa dibersihkan malah menimbulkan luka. Biasanya kondisi ini dokter akan memberikan salep tetes anti jamur. Sebelum hal ini terjadi lebih baik kita mencegah dengan cara membersihkan mulut bayi setiap hari.

Yukkss jaga kebersihan mulut bayi kita sebelum terlambat.. Jika mulut bersih maka bayi akan merasa nyaman dan jika kesehatan mulut bayi terjaga maka bayi akan merasa lebih segar. Selamat Mencoba dan Semoga Bermanfaat!!!!

Rabu, 22 Februari 2017

Pedoman Untuk Ibu Menyusui (ASI)

Kadang kita sebagai ibu apalagi baru pertama kali mempunyai anak pasti bingung apakah anak kita sudah kenyang minum ASI atau belum?
Sempat terlintas dipikiran saya enaknya kalau anakku diberi susu formula. Karena kita tau berapa banyak yang ia minum dan pasti kenyang.
Untung saya memiliki mama yang hebat. Ia selalu bilang kepada saya jangan takut dan jangan berhenti menyusui, kalau bayi anda lapar dia pasti nangis.
Semoga artikel yang saya tulis ini bermanfaat bagi anda.

Berapa sering bayi harus minum ASI?
Dari saat lahir setidaknya bayi minum 8 kali sehari dengan durasi waktu dari 1-3 jam.
Bayi lambat laun akan tambah kuat menghisap dan semakin mantap.
Mamaku bilang kepada saya nanti makin lama semakin enak saya memberi dia ASI.. Perkataan Ibu saya betul, semakin hari bayi saya bertambah pintar menghisap dan berat badannya pun bertambah yang artinya semakin enak digendong.
Pada waktu lahir hari pertama lambung bayi masih sangat kecil hanya sebesar buah cherry.
Pada hari ke3-5  lambung bayi sebesar kacang walnut.
pada hari ke 5-7 lambungnya sebesar apricot.
jadi jangan cemas bunda karena lambung nya masih kecil, ia tidak perlu minum terlalu banyak, minum sedikitpun ia sudah kenyang.
Pada minggu ke2 dan ke3 lambungnya sebesar telur.

Bagaimana kita mengetahui kalau bayi kita kenyang?
Dilihat dari berapa sering ia buang air kecil (24 jam)
kita dapat mengukurnya dengan berapa sering kita menggganti pampers/diapers.
Pada hari pertama setidaknya 1 diaper penuh dalama arti diapers tersebut benar-benar basah
Pada hari kedua setidaknya 2 diapers penuh
Pada hari ketiga setidaknya 3 diapers yang penuh
Pada hari keempat setidaknya 4 diapers yang penuh
dan pada hari ke-5 seterusnya setidaknya 6 diapers yang penuh dan berat dimana terlihat bercak urine berwarna kuning atau putih bening.

Dilihat dari berapa sering ia buang air besar (24 jam)
Pada hari pertama dan kedua setidaknya 1 atau 2 kali BAB berwarna hitam atau hijau gelap
Pada hari ketiga dan keempat setidaknya 3 kali BAB berwarna cokelat, hijau atau kuning
Pada hari kelima sampai minggu ketiga setidaknya 3 kali BAB berukuran besar, lembut dan kuning

Bagaimana dengan berat badannya?
Berat badan bayi pada hari pertama sampai hari ketiga biasanya akan berkurang sekitar 7% dari berat badan pada saat lahir.
Pada hari keempat dan seterusnya berat badan bayi akan bertambah sekitar 20-35 gr perhari dan pada hari ke-10 dan 14 berat badannya akan kembali seperti semula seperti pada saat ia lahir.

AYUKS MAMA.. IBU... BUNDA... Usahakan beri ASI ekslusif selama 6 bulan, ada beberapa makanan yang dapat membantu memperlancar ASI. Setelah 6 bulan berikan ia makanan padat. Makanan padat pertama yang kucoba pada bayiku adalah bubur bayam. Konon katanya berikan sayur yang pertama kali pada bayi kita agar ia tidak mengalami kesulitan dalam makan sayur.
Hal ini sudah saya buktikan kepada bayi saya..dan betulll bayi saya tidak mengalami kesulitan makan sayur, hingga sekarang ia telah berusia 2 tahun.

KUNCI SUKSES: NEVER GIVE UP!!

Rabu, 08 Februari 2017

Gusi dan gigi sehat... bayi sehat!!





Pregnancy Gingivitis
Periodontal disease and pregnancy gingivitis risk to the fetus. More than 50% woman suffer from periodontal disease during pregnancy. Pregnancy gingivitis caused by hormone changed and inflamed when oral bacteria is present along in the gum line.

Pregnancy gingivitis can cause preterm birth, preeclamsia, low baby birth weight

Sign and symptom:
  1. Inflammation of gingiva
  2. Bleeding from gum when brushing and flossing
  3. Swelling gingiva

How to prevent??
  1. Brushing twice a day
  2. Flossing
  3. Regular check with your dentist or periodontist